Formula 1

Malaysia Siap Gantikan Bahrain GP di Kalender F1 Musim 2026

Tondy | Minggu, 26 Juli 2026 | 10:34 WIB | 1 dibaca

KUALA LUMPUR-RAYA: Malaysia disebut akan menjadi tuan rumah Grand Prix Formula 1 pada Oktober mendatang sebagai pengganti balapan Bahrain yang dibatalkan lebih awal musim ini akibat perang di Timur Tengah. Sirkuit Sepang di dekat Kuala Lumpur, yang terakhir masuk kalender F1 pada 2017, diperkirakan menggelar balapan pada 2-4 Oktober, sepekan sebelum GP Singapura.

Balapan tersebut akan tetap dipromosikan sebagai Bahrain Grand Prix meski digelar di Malaysia. Rencana itu disebut sudah disusun Formula 1, namun masih menunggu pengesahan formal, termasuk dari FIA. Pengumuman resmi diperkirakan keluar dalam beberapa hari ke depan, bahkan bisa secepatnya pada Minggu.

Keputusan ini muncul setelah Bahrain dan Arab Saudi sama-sama menunda balapan April mereka pada Maret lalu, menyusul pecahnya perang antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran. Formula 1 sempat berharap Bahrain bisa dipulihkan pada Oktober, tetapi karena tenggat logistik semakin dekat dan perang belum menunjukkan tanda berakhir, opsi pemindahan ke lokasi lain akhirnya diambil.

Jika Malaysia benar-benar dikonfirmasi, maka kalender F1 akan diwarnai tiga balapan beruntun di kawasan Asia, yakni Azerbaijan, Malaysia, dan Singapura. Kondisi ini membuat logistik tim menjadi lebih padat, tetapi sekaligus menjaga jumlah seri tetap tinggi di tengah ketidakpastian geopolitik.

Bagi Sepang, kembalinya sirkuit tersebut ke kalender akan menjadi momen penting setelah delapan tahun absen. Malaysia terakhir menggelar balapan F1 pada 2017, sebelum tempatnya di kalender digantikan oleh seri-seri lain di kawasan Asia dan Timur Tengah.

Ketidakpastian Juga Bayangi Penutup Musim

Masalah belum berhenti di kalender Oktober. Perang antara AS - Iran yang masih berlangsung juga menimbulkan ketidakpastian atas dua seri penutup musim, yakni Qatar dan Abu Dhabi, yang dijadwalkan berlangsung pada akhir November dan awal Desember.

Keputusan final untuk dua balapan itu baru harus diambil pada September, namun beberapa opsi lokasi pengganti sudah mulai dipertimbangkan. Imola di Italia menjadi kandidat paling kuat jika Qatar dan Abu Dhabi tidak bisa digelar. Sirkuit itu sebelumnya menjadi tuan rumah Emilia Romagna Grand Prix pada 2020-2025, setelah lebih dulu menjadi bagian dari kalender F1 pada 1980-2006.

Portimao di Portugal dan Istanbul Park di Turki juga masuk pertimbangan, tetapi peluangnya lebih kecil. Keduanya masih harus menyelesaikan pekerjaan konstruksi sebelum bisa kembali masuk kalender resmi tahun depan, sehingga menggelar balapan pada awal Desember akan memperumit situasi.

Jika empat balapan Timur Tengah batal seluruhnya, kalender F1 yang semula dirancang berisi 24 seri akan menyusut menjadi 20. Formula 1 disebut ingin tetap menggelar setidaknya 21 balapan karena jumlah yang lebih rendah dapat memicu klausul kontrak tertentu, termasuk potensi pengembalian sebagian biaya hak siar kepada broadcaster dan dampak serupa terhadap tim serta anggaran sponsor. n

Komentar (0)

lock

Login untuk berkomentar

Belum ada komentar.

RayaSport

Indeks

Berita Terkait