RayaSenggang

Revolusi Indonesia Mengguncang Dunia

Wasis | Minggu, 26 Juli 2026 | 03:49 WIB | 26 dibaca

Judul Buku: Revolusi: Indonesia dan Lahirnya Dunia Modern
Penulis: David Van Reybrouck
Jumlah halaman: 742 halaman
Penerbit (edisi Indonesia): Gramedia Pustaka Utama, 2025
Peresensi: Dhimam Abror Djuraid

Buku ini diawali dengan ilustrasi kecil mengenai "riset" yang dilakukan penulis, David van Reybrouck. Ia bertanya kepada teman-temannya di Eropa mengenai letak Indonesia. Dari banyak orang yang diwawancarai rata-rata punya pengetahuan minim—atau malah nihil—mengenai Indonesia.

Ilustrasi itu menggambarkan betapa Indonesia diabaikan oleh masyarakat internasional. Padahal, Indonesia punya posisi penting dalam sejarah dunia. Padahal revolusi di Indonesia pada 1945 membawa dampak geopolitik yang sangat signifikan.

Van Reybrouck menulis buku ini dengan ketekunan dan ketelitian yang sangat tinggi. Ia memadukan kekuatan riset dokumen dengan ketajaman reportase narsumber ala jurnalis investigatif. Hasilnya adalah sebuah karya sejarah kontemporer dengan sudut pandang baru mengenai perjuangan kemerdekaan Indonesia. 

Pendekatan "oral history", sejarah lisan, yang dilakukan oleh Reybrouck menjadikan buku ini berbeda dari banyak buku sejarah yang hanya mengandalkan arsip tertulis. Hasilnya adalah sebuah narasi yang hidup, kaya akan human interest, sekaligus mampu menghubungkan sejarah Indonesia dengan perkembangan dunia modern.

Buku ini mengisahkan perjalanan Indonesia dari masa kolonial hingga pengakuan kedaulatan pada 1949. Van Reybrouck menunjukkan bahwa revolusi Indonesia merupakan titik awal gelombang dekolonisasi di Asia dan Afrika setelah Perang Dunia II. 

Kemerdekaan Indonesia bukan sekadar peristiwa nasional, melainkan peristiwa global yang mengubah keseimbangan politik internasional. Perspektif inilah yang menjadi kekuatan utama buku ini, karena pembaca diajak melihat sejarah Indonesia sebagai bagian penting dari sejarah dunia.

Meski membahas sejarah yang kompleks, Van Reybrouck mampu menyajikan kisah dengan alur yang mengalir layaknya sebuah novel. Ia menganalogikan struktur sosial masyarakat Indonesia dengan kelas penumpang sebuah kapal. Ada kelas dek, ada kelas dua, dan ada kelas VIP. Stratifikasi kelas penumpang kapal itu mirip dengan stratifikasi masyakarat Indonesia di era kolonialisme.

Reybrouck tidak hanya mengangkat pengalaman pejuang Indonesia, tetapi juga suara masyarakat Belanda, tentara Jepang, hingga warga sipil yang terdampak perang. Pendekatan multidimensional ini membantu memahami bahwa sejarah tidak sesederhana pembagian antara pihak yang benar dan yang salah. Setiap kelompok memiliki pengalaman, kepentingan, dan penderitaan masing-masing. 

Kelemahan buku ini adalah ketebalannya yang mencapai lebih dari tujuh ratus halaman. Hal ini  membuat pembaca membutuhkan waktu dan konsentrasi lebih untuk menyelesaikannya.

Banyaknya tokoh, lokasi, serta peristiwa yang dibahas dapat membingungkan, terutama bagi pembaca yang belum memiliki pengetahuan dasar mengenai sejarah Indonesia. 

Secara keseluruhan, buku ini merupakan buku sejarah yang sangat layak dibaca, terutama bagi mahasiswa, peneliti, guru, maupun masyarakat umum yang ingin memahami sejarah kemerdekaan Indonesia secara lebih mendalam. (*)

Komentar (0)

lock

Login untuk berkomentar

Belum ada komentar.

RayaSport

Indeks

Berita Terkait