Atap Sekolah Roboh, Siswa SD Tetap Belajar dan Terima MBG
GROBOGAN, RAYA TIMES: Di tengah bangunan sekolah yang sebagian telah roboh, puluhan siswa SD Negeri Tanggirejo, Kecamatan Tegowanu, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, tetap mengikuti kegiatan belajar mengajar dan menikmati program Makan Bergizi Gratis (MBG). Potret seorang siswi membawa ompreng MBG di depan ruang kelas yang atapnya ambruk menjadi simbol keteguhan anak-anak mengejar pendidikan di tengah keterbatasan.
Viralnya foto-foto kondisi SDN Tanggirejo memantik perhatian publik karena memperlihatkan kontras antara upaya pemerintah memperkuat gizi siswa melalui program MBG dengan kondisi infrastruktur sekolah yang sudah tidak layak. Kasus ini kembali mengingatkan bahwa kualitas pendidikan tidak hanya ditentukan oleh kurikulum dan program bantuan, tetapi juga oleh keamanan serta kelayakan ruang belajar. Respons pemerintah pun kini menjadi sorotan karena menyangkut keselamatan ratusan peserta didik.
Belajar Bergantian di Tengah Bangunan Rusak
Kerusakan bangunan SDN Tanggirejo sebenarnya bukan peristiwa baru. Atap ruang guru roboh pada Januari 2026, disusul ruang kelas enam yang ambrol beberapa bulan kemudian akibat konstruksi kayu lapuk dan serangan rayap. Demi menghindari risiko bagi siswa, pihak sekolah menutup sedikitnya empat ruang kelas yang dinilai membahayakan.
Kepala SDN Tanggirejo, Juwariyah, menjelaskan kegiatan belajar mengajar terpaksa diatur secara bergantian. Satu ruang kelas disekat menggunakan tripleks, siswa kelas V dipindahkan ke musala, sementara perpustakaan difungsikan sebagai ruang guru.
"Dimulai dari ruang kelas 6, lalu kelas 5, ruang guru, dan kelas 4," ujar Juwariyah mengenai kerusakan yang terus meluas.
Meski belajar dalam kondisi darurat, para siswa tetap mengikuti pembelajaran dan menerima MBG setiap hari. Potret itu menuai simpati luas di media sosial karena menunjukkan semangat belajar yang tidak surut meski fasilitas sekolah jauh dari ideal.
Pemerintah Janjikan Revitalisasi Sekolah
Meningkatnya perhatian publik mendorong Pemerintah Kabupaten Grobogan, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, hingga Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah mempercepat penanganan.
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah, Sadimin, memastikan SDN Tanggirejo akan memperoleh bantuan revitalisasi dari pemerintah pusat. Menurutnya, penandatanganan kerja sama dijadwalkan berlangsung dalam waktu dekat, sementara pencairan anggaran ditargetkan pada Agustus 2026.
"Insyaallah dana bantuan cair pada Agustus. Ada lima ruang kelas yang akan direhabilitasi agar kegiatan belajar mengajar kembali berjalan dengan nyaman dan aman," kata Sadimin. Selain rehabilitasi, Pemprov Jawa Tengah juga menyalurkan bantuan sementara senilai Rp50 juta untuk mendukung operasional sekolah selama proses perbaikan berlangsung.
Pihak Dinas Pendidikan Grobogan sebelumnya juga memastikan rehabilitasi telah masuk agenda penanganan tahun 2026, setelah kondisi sekolah menjadi sorotan nasional.(n)
Komentar (0)
Login untuk berkomentar
Belum ada komentar.