Indonesia ASRI, Upaya Menjadikan Kebersihan sebagai Budaya
BANYUWANGI-RAYA: Pemerintah mendorong Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) berkembang menjadi budaya yang melekat dalam kehidupan sehari-hari masyarakat. Gerakan tersebut diharapkan tidak hanya menjadi agenda sesaat, tetapi menjadi kebiasaan kolektif dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan.
Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kementerian Dalam Negeri, Safrizal ZA, mengatakan Gerakan Indonesia ASRI lahir sebagai tindak lanjut atas arahan Presiden Prabowo Subianto yang mengajak seluruh masyarakat berperan aktif menciptakan lingkungan yang bersih sebagai bagian dari pembangunan nasional.
Menurut Safrizal, Gerakan Indonesia ASRI bukan sekadar kegiatan simbolis atau seremonial. Lebih dari itu, gerakan ini dirancang untuk membangun kesadaran bersama agar kepedulian terhadap lingkungan menjadi bagian dari karakter masyarakat Indonesia.
"Gerakan Indonesia ASRI bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi gerakan membangun budaya,"* ujar Safrizal di Kampung Nelayan Merah Putih, Banyuwangi, dikutip, Jumat (24/7/2026).
Ia menilai Indonesia memiliki kekayaan alam yang luar biasa dan menjadi kebanggaan bangsa. Namun, kekayaan tersebut juga merupakan amanah yang harus dijaga bersama agar tetap lestari dan dapat dinikmati oleh generasi mendatang.
Karena itu, Gerakan Indonesia ASRI hadir sebagai upaya nasional untuk menumbuhkan budaya menjaga kebersihan sekaligus melestarikan lingkungan.
Safrizal menjelaskan, ruang lingkup Gerakan Indonesia ASRI tidak hanya berfokus pada aksi memungut atau membersihkan sampah. Gerakan ini juga mencakup penataan kawasan, perawatan fasilitas umum, menjaga kebersihan toilet publik dan rumah ibadah, hingga menciptakan lingkungan yang tertata, nyaman, dan indah untuk masyarakat.
Di sisi lain, Indonesia masih menghadapi tantangan besar dalam pengelolaan sampah. Timbulan sampah nasional yang mencapai sekitar 50 juta ton setiap tahun menunjukkan bahwa persoalan ini tidak dapat diselesaikan hanya melalui penanganan teknis, tetapi juga memerlukan perubahan perilaku masyarakat.
"Kebersihan tidak bisa hanya mengandalkan petugas kebersihan. Yang paling penting adalah tumbuhnya kesadaran bahwa menjaga lingkungan merupakan kebutuhan dan tanggung jawab kita bersama," tegas Safrizal.
Ia pun mengajak seluruh pemerintah daerah untuk menjadikan Gerakan Indonesia ASRI sebagai kegiatan yang dilakukan secara berkelanjutan dengan menghidupkan kembali semangat gotong royong. Menurutnya, keberhasilan gerakan ini tidak ditentukan oleh besarnya anggaran, melainkan oleh komitmen dan konsistensi seluruh elemen masyarakat dalam menjaga lingkungan.
"Kalau kita menjaga alam, maka alam akan menjaga kita. Mulailah dari diri sendiri, dari rumah, dari lingkungan sekitar. Memungut sepotong sampah mungkin terlihat sederhana, tetapi itulah langkah awal membentuk karakter peduli lingkungan," pungkasnya.
Komentar (0)
Login untuk berkomentar
Belum ada komentar.