RayaNews

BNN Sita 12,3 Ton Narkoba, 48,3 Juta Jiwa Terselamatkan

Sudjito | Kamis, 23 Juli 2026 | 13:54 WIB | 4 dibaca

JAKARTA-RAYA: Badan Narkotika Nasional (BNN) mengungkap capaian besar dalam perang melawan narkotika. Sepanjang Oktober 2024 hingga Juli 2026, lembaga tersebut menyita lebih dari 12,3 ton barang bukti narkotika, menghentikan perputaran uang hasil kejahatan senilai Rp16,5 triliun, serta memperkirakan telah menyelamatkan 48,3 juta jiwa dari ancaman penyalahgunaan narkoba.

Capaian itu menunjukkan skala peredaran narkotika yang masih menjadi ancaman serius bagi Indonesia. Selain menyasar jaringan domestik, BNN juga membongkar sindikat lintas negara, menangkap buronan internasional, hingga mengungkap laboratorium gelap narkotika yang melibatkan warga negara asing.

Kepala BNN Komjen Pol Suyudi Ario Seto menegaskan keberhasilan tersebut tidak hanya diukur dari banyaknya barang bukti yang disita, tetapi juga dari dampak sosial yang berhasil dicegah.

"Di balik setiap kilogram narkotika yang berhasil dicegah untuk beredar, ada keluarga yang dapat diselamatkan. Ada ruang kehidupan masyarakat yang berhasil kami lindungi," kata Suyudi dalam Peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) 2026 di Bogor, Jawa Barat, Kamis (23/7).

Selain menyita lebih dari 12,3 ton narkotika, BNN juga mengamankan aset tindak pidana pencucian uang (TPPU) senilai Rp165 miliar yang diduga berasal dari hasil kejahatan narkotika.

Operasi pemberantasan dilakukan melalui berbagai strategi, termasuk operasi kawasan rawan narkotika di 34 provinsi. Dalam operasi tersebut, BNN menangkap 1.259 tersangka, menyita 126,3 kilogram sabu, 12,7 kilogram ganja, 1.428 butir ekstasi, uang tunai sekitar Rp1,5 miliar, logam mulia, 64 senjata tajam, dan 19 senjata api.

Buronan Kakap hingga Laboratorium Narkoba 

BNN juga berhasil menangkap buronan internasional Dewi Astutik di Sihanoukville, Kamboja, yang diduga terlibat dalam penyelundupan sekitar dua ton sabu.

"Keberhasilan ini menunjukkan bahwa batas negara tidak boleh menjadi pelindungan bagi pelaku kejahatan narkotika," ujar Suyudi.

Selain itu, BNN membongkar clandestine lab atau laboratorium gelap narkotika di Gianyar, Bali, yang melibatkan warga negara Rusia. Dari lokasi tersebut, petugas menyita 7,8 kilogram mephedrone, 2,6 kilogram prekursor padat, serta 219,7 liter cairan kimia.

Dalam operasi gabungan bersama Polri dan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai di Gresik, Jawa Timur, BNN juga menggagalkan penyelundupan sekitar 3,37 ton cannabis buds atau kuncup bunga ganja kering.

Menurut estimasi BNN, pengungkapan itu berhasil mencegah penyalahgunaan narkotika terhadap lebih dari 22,74 juta jiwa serta menghindarkan potensi kerugian ekonomi hingga Rp65,12 miliar.

"Artinya, kami bukan hanya menggagalkan penyelundupan narkotika, tetapi sedang menyelamatkan manusia, menyelamatkan keluarga, melindungi generasi muda, dan menjaga masa depan Indonesia," tutur Suyudi.

BNN menegaskan pemberantasan narkotika akan terus diperkuat melalui operasi terpadu bersama aparat penegak hukum, pengawasan jalur penyelundupan, serta penelusuran aset hasil kejahatan. 

Langkah tersebut diharapkan mampu mempersempit ruang gerak sindikat narkoba sekaligus memperkuat perlindungan terhadap masyarakat dan generasi muda Indonesia.n

Komentar (0)

lock

Login untuk berkomentar

Belum ada komentar.

RayaSport

Indeks

Berita Terkait