RayaHankam

DPR Ungkap Alasan Sebenarnya RI Beli Jet Latih dari Italia

Sudjito | Jumat, 24 Juli 2026 | 16:40 WIB | 3 dibaca

JAKARTA-RAYA: Keputusan pemerintah membeli 12 pesawat jet latih tempur M-346 F Block 20 dari Italia menuai perhatian publik. Di tengah upaya modernisasi alat utama sistem persenjataan (alutsista), muncul pertanyaan mengapa Indonesia justru mendahulukan pengadaan pesawat latih, bukan menambah armada pesawat tempur.

Wakil Ketua Komisi I DPR RI Dave Laksono menegaskan, pengadaan pesawat buatan perusahaan pertahanan Italia, Leonardo, merupakan bagian dari strategi jangka panjang membangun kekuatan TNI Angkatan Udara (TNI AU). Menurutnya, modernisasi pertahanan tidak cukup hanya dengan membeli alutsista baru, tetapi juga harus diiringi kesiapan sumber daya manusia yang akan mengoperasikannya.

"Penguatan pertahanan tidak hanya dilakukan melalui penambahan alutsista, tetapi juga dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia yang akan mengoperasikannya," kata Dave di Jakarta, Jumat (24/7).

Dave menjelaskan, jet latih tempur memiliki fungsi vital dalam mencetak penerbang tempur yang mampu mengoperasikan pesawat generasi baru. Kehadiran M-346 dinilai akan menjadi jembatan bagi pilot TNI AU sebelum menerbangkan pesawat tempur yang lebih canggih.

Menurut dia, pembangunan kekuatan udara harus dilakukan secara bertahap agar kesiapan personel berjalan seiring dengan pengadaan sistem persenjataan baru. Karena itu, setiap kebijakan pengadaan alutsista merupakan bagian dari perencanaan jangka panjang menuju postur pertahanan yang lebih modern dan adaptif terhadap perkembangan lingkungan strategis.

Ia menambahkan, seluruh proses pengadaan mempertimbangkan kebutuhan operasional, kesinambungan sistem persenjataan, serta kesiapan personel. Dengan pendekatan tersebut, seluruh elemen pertahanan dapat berkembang secara selaras.

Transfer Teknologi

Selain meningkatkan kemampuan operasional TNI AU, Dave berharap kerja sama pengadaan alutsista dengan negara mitra juga membawa manfaat bagi industri pertahanan nasional.

Menurut dia, pemerintah perlu memastikan setiap kontrak pengadaan membuka peluang transfer teknologi, peningkatan kompetensi sumber daya manusia, penguatan kemampuan pemeliharaan dan perawatan di dalam negeri, serta memperluas keterlibatan industri pertahanan Indonesia dalam rantai pasok global.

"Setiap kerja sama pertahanan diharapkan tidak hanya meningkatkan kesiapan operasional TNI, tetapi juga memperkuat kapasitas industri pertahanan nasional sebagai bagian dari kepentingan strategis Indonesia," ujarnya.

Alasan Memilih M-346

Sebelumnya, Kementerian Pertahanan mengonfirmasi pembelian 12 jet latih tempur M-346 F Block 20 produksi Leonardo. Pesawat tersebut akan digunakan sebagai sarana pelatihan bagi calon penerbang tempur TNI AU.

Kepala Biro Informasi Pertahanan Kementerian Pertahanan Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait mengatakan salah satu alasan utama pengadaan pesawat tersebut adalah memenuhi kebutuhan pelatihan pilot sekaligus mendukung kesiapan operasional TNI AU.

"Salah satu pertimbangannya adalah memenuhi kebutuhan pelatihan pilot TNI Angkatan Udara sekaligus mendukung kesiapan operasional," kata Rico.

Ia menambahkan, M-346 F Block 20 dipilih karena memiliki spesifikasi yang sesuai dengan doktrin pertahanan udara Indonesia. Pesawat ini dirancang sebagai Lead-In Fighter Trainer (LIFT) atau jet latih tempur lanjutan yang memungkinkan penerbang beradaptasi dengan teknologi pesawat tempur modern sebelum beralih ke platform tempur utama.

Pengadaan M-346 juga dipandang sebagai bagian dari pembangunan ekosistem pertahanan udara nasional. Dengan tersedianya pesawat latih berteknologi tinggi, TNI AU diharapkan memiliki kesiapan personel yang lebih baik dalam mengoperasikan armada tempur modern yang akan memperkuat pertahanan Indonesia pada masa mendatang.

Komentar (0)

lock

Login untuk berkomentar

Belum ada komentar.

RayaSport

Indeks

Berita Terkait