Pangdam: Papua Pegunungan Kondusif, Yahukimo Diwaspadai
WAMENA-RAYA: Panglima Kodam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Febriel Buyung Sikumbang memastikan situasi keamanan di Papua Pegunungan secara umum tetap kondusif, meski dinamika keamanan masih terjadi di Kabupaten Yahukimo setelah insiden penembakan terhadap tiga warga sipil Orang Asli Papua (OAP) yang diduga dilakukan kelompok kriminal bersenjata (KKB).
Pernyataan tersebut menjadi sinyal bahwa aparat keamanan masih memfokuskan perhatian di Yahukimo, salah satu wilayah yang dalam beberapa bulan terakhir kerap menjadi lokasi gangguan keamanan. Stabilitas di Papua Pegunungan dinilai penting untuk menjamin aktivitas masyarakat, pelayanan publik, serta pembangunan di wilayah yang masih menghadapi tantangan keamanan.
TNI Fokus Menjaga Stabilitas di Yahukimo
Mayjen TNI Febriel Buyung Sikumbang mengatakan secara umum kondisi keamanan di Papua Pegunungan berada dalam situasi yang terkendali. Namun, ia mengakui masih terdapat dinamika di Kabupaten Yahukimo yang memerlukan penanganan khusus dari aparat keamanan.
Menurutnya, Komando Operasi (Koops) TNI Habema telah mengambil berbagai langkah untuk menjaga situasi tetap kondusif dan mencegah eskalasi gangguan keamanan.
"Secara umum kami memastikan situasi di wilayah Papua Pegunungan cukup baik, hanya sedikit dinamika yang terjadi di Kabupaten Yahukimo," ujar Febriel dalam keterangan tertulis, Jumat (24/7).
Ia menambahkan, personel TNI terus meningkatkan koordinasi dan pengamanan agar aktivitas masyarakat dapat berlangsung normal. Langkah tersebut juga dilakukan untuk mempersempit ruang gerak kelompok bersenjata yang masih beroperasi di sejumlah wilayah pegunungan.
Pendekatan yang dilakukan aparat tidak hanya melalui pengamanan wilayah, tetapi juga memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah dan unsur masyarakat guna menjaga stabilitas keamanan secara berkelanjutan.
Koops Habema Perkuat Pengamanan
Sementara itu, Panglima Koops TNI Habema Mayjen TNI Yudha Airlangga menegaskan pasukannya terus melakukan pengamanan sekaligus pendekatan sosial kepada masyarakat di Kabupaten Yahukimo.
Menurut Yudha, keterlibatan masyarakat menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga situasi keamanan agar tetap kondusif.
"Kami terus melakukan pengamanan dan pendekatan sosial dengan warga di Kabupaten Yahukimo supaya dapat bersama-sama menjaga situasi keamanan dan kenyamanan," katanya.
Selain pengamanan, aparat TNI juga masih berupaya mengevakuasi tiga warga sipil OAP yang menjadi korban penembakan yang diduga dilakukan KKB.
"Saat ini aparat sedang berupaya melakukan proses evakuasi. Kami berharap jenazah korban segera ditemukan dan dievakuasi ke tempat yang lebih aman," ujarnya.
Insiden tersebut menambah daftar gangguan keamanan di Yahukimo yang dalam beberapa waktu terakhir menjadi salah satu wilayah dengan intensitas konflik cukup tinggi di Papua Pegunungan. Aparat keamanan masih terus melakukan pemantauan situasi sembari memperkuat perlindungan terhadap masyarakat sipil.
Oleh karena itu, TNI memastikan operasi pengamanan di Kabupaten Yahukimo akan terus dilanjutkan dengan mengedepankan perlindungan masyarakat serta koordinasi dengan pemerintah daerah dan aparat terkait. Di sisi lain, proses evakuasi korban penembakan masih menjadi prioritas sebelum dilakukan langkah-langkah lanjutan sesuai kondisi di lapangan.
Ke depan, stabilitas keamanan di Papua Pegunungan diperkirakan tetap menjadi fokus pemerintah dan aparat keamanan. Pendekatan keamanan yang dibarengi komunikasi dengan masyarakat diharapkan dapat menekan potensi gangguan sekaligus mendukung keberlangsungan pembangunan dan pelayanan publik di wilayah tersebut.(n)
Komentar (0)
Login untuk berkomentar
Belum ada komentar.