RayaHankam

Panglima TNI: Perang Narasi Jadi Ancaman Paling Berbahaya

Tejo | Jumat, 24 Juli 2026 | 15:50 WIB | 7 dibaca

BANDUNG-RAYA: Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto mengingatkan bahwa perang narasi telah berkembang menjadi salah satu ancaman paling berbahaya bagi sebuah negara seiring pesatnya perkembangan teknologi informasi. Menurutnya, ancaman modern tidak lagi hanya datang melalui kekuatan militer, tetapi juga melalui ruang digital yang mampu memengaruhi persepsi publik dan stabilitas nasional.

Pernyataan tersebut disampaikan saat pembekalan kepada 152 Perwira Siswa (Pasis) Pendidikan Reguler (Dikreg) LV Sesko TNI di Gedung Serasan, Sesko TNI, Bandung, Jawa Barat, Kamis (23/7). Pesan Panglima TNI dinilai penting karena menggambarkan perubahan karakter peperangan global yang kini semakin mengandalkan operasi informasi, disinformasi, serangan siber, hingga perang psikologis. Kondisi tersebut menuntut TNI menyiapkan pemimpin yang adaptif dan memiliki kemampuan berpikir strategis dalam menghadapi ancaman multidimensi.

Perang Modern Tak Lagi Mengandalkan Senjata

Dalam pembekalan tersebut, Jenderal TNI Agus Subiyanto menjelaskan perubahan lingkungan strategis global telah menggeser pola peperangan konvensional menjadi peperangan multidomain. Selain kekuatan militer atau perang kinetik, negara kini menghadapi ancaman nonkinetik yang memanfaatkan teknologi informasi untuk membentuk opini, memengaruhi kebijakan, hingga melemahkan kepercayaan masyarakat.

"Perang narasi merupakan salah satu ancaman paling berbahaya saat ini," ujar Agus sebagaimana dikutip dari siaran pers Pusat Penerangan TNI, Kamis (23/7).

Ia menegaskan setiap perwira TNI harus memiliki pola pikir strategis, adaptif, dan mampu menganalisis berbagai bentuk ancaman yang terus berkembang.

"Perang modern tidak lagi hanya mengandalkan invasi militer, tetapi melalui kombinasi perang kinetik dan nonkinetik," katanya.

Karena itu, Panglima TNI meminta para perwira terus meningkatkan kapasitas diri, memperluas wawasan, serta membangun budaya belajar agar mampu menjawab tantangan keamanan yang semakin kompleks.

TNI Siapkan Pemimpin Strategis Hadapi Tantangan Global

Selain membahas dinamika keamanan, Jenderal TNI Agus Subiyanto juga menyoroti peluang Indonesia menjadi salah satu kekuatan ekonomi dunia apabila mampu mengelola kekayaan sumber daya alam secara optimal dan berkelanjutan.

"Indonesia mempunyai potensi menjadi salah satu kekuatan ekonomi di masa mendatang apabila sumber daya alam dapat dikelola dan dijaga dengan baik," ujarnya.

Menurut Agus, kekuatan ekonomi nasional harus didukung oleh stabilitas keamanan yang terjaga. Oleh sebab itu, TNI terus berkomitmen mencetak pemimpin militer yang profesional, adaptif, berintegritas, dan memiliki wawasan strategis untuk menjaga kedaulatan negara serta melindungi seluruh wilayah Indonesia.

Pandangan Panglima TNI tersebut juga sejalan dengan meningkatnya perhatian berbagai negara terhadap ancaman perang informasi, serangan siber, penggunaan kecerdasan buatan (AI), serta penyebaran disinformasi yang kini menjadi bagian dari strategi pertahanan modern di berbagai belahan dunia.

Pembekalan kepada para Perwira Siswa Sesko TNI menjadi bagian dari upaya menyiapkan calon pemimpin TNI yang mampu menghadapi perubahan lanskap keamanan global. Ke depan, penguatan kemampuan analisis strategis, literasi digital, keamanan siber, serta penguasaan teknologi pertahanan diperkirakan akan semakin menjadi prioritas dalam pembangunan kekuatan TNI. Langkah tersebut diharapkan mampu memperkuat kesiapsiagaan Indonesia menghadapi ancaman konvensional maupun nonkonvensional yang terus berkembang.(n)

Komentar (0)

lock

Login untuk berkomentar

Belum ada komentar.

RayaSport

Indeks

Berita Terkait