Kemenhan Jajaki Heli AW149, TNI AL Punya Kekuatan Baru
JAKARTA-RAYA: Kementerian Pertahanan (Kemenhan) mulai menjajaki pengadaan helikopter AW149 buatan perusahaan dirgantara Italia, Leonardo, sebagai bagian dari upaya memperkuat kemampuan operasional Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL). Namun, pemerintah belum mengungkap jumlah unit maupun jadwal pembeliannya.
Langkah tersebut menjadi sorotan karena dilakukan di tengah agenda modernisasi alat utama sistem senjata (alutsista) nasional. Selain menambah kekuatan tempur, kerja sama ini juga membuka peluang peningkatan kemampuan industri pertahanan dalam negeri melalui alih pengetahuan, pelatihan, dan dukungan teknis.
Kepala Biro Informasi Pertahanan Sekretariat Jenderal Kemhan Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait membenarkan adanya rencana pengadaan helikopter AW149. Namun, ia menegaskan proses kerja sama masih berada pada tahap awal.
Menurut Rico, dokumen yang telah ditandatangani saat ini baru berupa Letter of Intent (LoI) atau surat pernyataan minat sebagai bagian dari penjajakan kerja sama antara Kemhan dan Leonardo.
"Saat ini yang telah ditandatangani adalah Letter of Intent sebagai bagian dari tahapan penjajakan kerja sama," ujar Rico dilansir dari Antara, Kamis (23/7).
Ia menjelaskan, ruang lingkup LoI tidak hanya berkaitan dengan rencana pembelian helikopter. Dokumen tersebut juga mencakup pengembangan dukungan teknis, sistem pemeliharaan, program pelatihan personel, hingga peningkatan kapasitas industri pertahanan nasional.
Skema tersebut dinilai sejalan dengan kebijakan pemerintah yang mendorong setiap pengadaan alutsista tidak sekadar berorientasi pada pembelian, tetapi juga memperkuat kemampuan teknologi dan sumber daya manusia di dalam negeri.
Jumlah Helikopter
Meski memastikan adanya penjajakan kerja sama, Kemhan belum mengungkap kapan kontrak pembelian akan diteken maupun berapa jumlah helikopter AW149 yang akan didatangkan.
Rico juga tidak memberikan jawaban saat ditanya apakah helikopter tersebut akan dioperasikan dari kapal induk Giuseppe Garibaldi yang sebelumnya dikabarkan menjadi bagian dari penguatan armada Indonesia.
Ia menegaskan seluruh proses pengadaan alutsista akan mengacu pada kebutuhan operasional TNI serta sejumlah pertimbangan strategis lainnya.
"Pada prinsipnya, setiap pengadaan alutsista dilaksanakan dengan mempertimbangkan kesesuaian terhadap kebutuhan operasional TNI, keunggulan teknologi, dukungan logistik dan pemeliharaan sepanjang siklus hidup alutsista serta peluang pengembangan kapasitas sumber daya manusia dan industri pertahanan nasional," pungkas Rico. n
Komentar (0)
Login untuk berkomentar
Belum ada komentar.