RayaHukum

Bentrok 2 Kelompok Massa di Matraman Dalam  Pecah, 1 Tewas

Tejo | Minggu, 26 Juli 2026 | 20:33 WIB | 26 dibaca

JAKARTA-RAYA: Bentrokan warga dengan sekelompok massa pemuda dari Indoensia Timur, kembali pecah di kawasan Jalan Tambak dan Matraman Dalam, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (26/7) siang. Insiden yang dipicu perselisihan sepele di lapak nasi uduk ini menewaskan satu orang, menyebabkan dua warga kritis, serta memaksa aparat kepolisian mengerahkan personel Brimob ke lokasi.

Peristiwa ini menjadi penanda terulangnya konflik kerawanan sosial di perbatasan Jakarta Pusat dan Jakarta Timur. Eskalasi cepat dari adu mulut hingga aksi saling serang memperlihatkan betapa rapuhnya stabilitas keamanan di kawasan padat penduduk tersebut, yang sewaktu-waktu dapat tersulut oleh pemicu kecil.

Dipicu Sepiring Nasi Uduk

Berdasarkan keterangan saksi mata, ketegangan bermula sekitar pukul 10.00 WIB ketika seorang pria dari kelompok luar membeli nasi uduk di Jalan Matraman Dalam. Dugaan pembeli yang tidak membayar memicu percekcokan dengan penjual. Pria tersebut lantas pergi dan kembali bersama kawan-kawannya untuk merusak gerobak pedagang.

Aksi perusakan itu memancing amarah warga setempat yang mencoba membela penjual. Situasi bereskalasi cepat saat kelompok pendatang membawa massa lebih banyak, memicu bentrokan terbuka yang meluas hingga ke badan Jalan Tambak.

"Kami masih memetakan peran masing-masing pihak. Dugaan awal memang masalah transaksi makanan, tetapi kami selidiki apakah ada pemicu lain di balik ini," ujar seorang penyidik di lokasi.

Respons Polisi dan Penanganan Korban

Aparat gabungan dari Polres Metro Jakarta Pusat dan Satuan Brimob Polda Metro Jaya bergerak cepat mengamankan lokasi untuk meredam kerusuhan. Dari tempat kejadian perkara (TKP), polisi mengamankan delapan orang untuk dimintai keterangan—enam dari kelompok warga lokal dan dua dari kelompok luar.

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat, AKBP Roby Heri Saputra, mengonfirmasi dampak jatuhnya korban jiwa dan luka parah dalam insiden tersebut.

"Satu orang dilaporkan meninggal dunia, sementara dua lainnya dalam kondisi kritis dan sedang perawatan intensif di RSCM. Penyidik masih mengumpulkan barang bukti, memeriksa rekaman CCTV, dan melakukan olah TKP," tegas Roby.

Kesiapsiagaan Aparat dan Antisipasi Susulan

Hingga Minggu sore, lokasi kejadian telah kondusif di bawah kendali kepolisian. Fokus utama penyidik saat ini adalah menetapkan tersangka utama penganiayaan serta mengidentifikasi dalang perusakan gerobak.

Guna mencegah aksi balasan antar-kelompok, kepolisian menyiagakan personel konstan dan membuka ruang dialog bersama tokoh masyarakat setempat. Langkah penegakan hukum yang tegas menjadi penentu utama agar konflik serupa tidak kembali berulang di kawasan tersebut.(n)

Komentar (0)

lock

Login untuk berkomentar

Belum ada komentar.

RayaSport

Indeks

Berita Terkait