RayaHukum

Polisi Selidiki Kematian Sutrimo, Orang Kepercayaan Febrie

Tejo | Minggu, 26 Juli 2026 | 18:25 WIB | 59 dibaca

JAKARTA-RAYA: Kematian mendadak Sutrimo, pria yang dikenal sebagai kepala rumah tangga sekaligus orang kepercayaan mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah, kini menjadi perhatian aparat penegak hukum. Polda Metro Jaya memastikan tengah menyelidiki seluruh rangkaian peristiwa untuk mengungkap penyebab kematian pria tersebut. 

Kasus ini menyita perhatian publik karena terjadi di tengah sorotan terhadap perkara hukum yang menyeret nama Febrie Adriansyah. Meski demikian, kepolisian menegaskan hingga kini belum ada kesimpulan yang mengaitkan kematian Sutrimo dengan perkara apa pun. Seluruh informasi yang beredar di media sosial maupun pesan berantai masih harus diverifikasi melalui proses penyelidikan resmi.

Sutrimo dan Lingkar Dalam Febrie

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari sejumlah laporan media, Sutrimo selama ini dikenal sebagai kepala urusan rumah tangga (karumga) di lingkungan keluarga Febrie Adriansyah. Perannya lebih banyak berkaitan dengan pengelolaan kebutuhan rumah tangga dan aktivitas sehari-hari keluarga mantan pejabat Kejaksaan Agung tersebut.

Nama Sutrimo baru menjadi sorotan setelah kabar wafatnya mencuat ke publik. Sebelum itu, sosoknya nyaris tidak pernah muncul dalam pemberitaan, meski disebut sebagai salah satu orang yang cukup lama bekerja dan dipercaya mengurus kediaman Febrie Adriansyah. Hingga kini belum ada keterangan resmi dari keluarga maupun kuasa hukum Febrie mengenai hubungan kerja maupun aktivitas terakhir almarhum.

Menurut informasi awal, Sutrimo ditemukan dalam kondisi tidak sadarkan diri di halaman sebuah klinik di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (23/7). Ia kemudian dibawa menggunakan ambulans ke RS Muhammadiyah Taman Puring, namun pihak rumah sakit menyatakan korban telah tiba dalam keadaan meninggal dunia.

Polisi Dalami Seluruh Fakta

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Budi Hermanto menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya Sutrimo sekaligus memastikan penyelidikan dilakukan secara profesional.

"Polda Metro Jaya menyampaikan turut berduka cita atas meninggalnya Saudara Sutrimo. Semoga almarhum mendapatkan tempat terbaik serta keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan," ujarnya.

Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya bersama Polres Metro Jakarta Selatan saat ini mengumpulkan keterangan dari keluarga, pengemudi ambulans, petugas rumah sakit, hingga pihak-pihak yang mengetahui peristiwa tersebut. Polisi juga mendalami rekam medis, riwayat pemesanan ambulans, lokasi awal korban ditemukan, serta berbagai informasi lain yang relevan. 

Budi menegaskan penyidik belum dapat menyimpulkan penyebab kematian karena seluruh fakta masih dalam proses pendalaman. Polisi juga meminta masyarakat tidak berspekulasi ataupun menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. 

Sementara itu, beredar sejumlah dokumen dan klaim yang mengaitkan kematian Sutrimo dengan berbagai persoalan, termasuk dugaan perselisihan proyek tertentu maupun hilangnya barang pribadi korban. Namun hingga kini seluruh informasi tersebut belum dikonfirmasi aparat penegak hukum dan masih menjadi bagian dari materi yang diverifikasi dalam penyelidikan.

Perkembangan penyelidikan diperkirakan menjadi perhatian publik mengingat posisi Sutrimo sebagai orang kepercayaan mantan Jampidsus Febrie Adriansyah, yang belakangan juga menjadi sorotan dalam sejumlah perkara hukum. Polda Metro Jaya menyatakan hasil penyelidikan akan diumumkan setelah seluruh fakta terkumpul dan dapat dipertanggungjawabkan secara hukum. Sampai tahap itu, penyebab kematian Sutrimo masih belum dapat dipastikan.(n)

Komentar (0)

lock

Login untuk berkomentar

Belum ada komentar.

RayaSport

Indeks

Berita Terkait