RayaHukum

Tuntut Keadilan Bagi Putranya, Tangis Ibu Guru Pecah di Polda Sumut

Tejo | Kamis, 23 Juli 2026 | 18:59 WIB | 10 dibaca

MEDAN-RAYA: Tangis Ika Indah Sari (38) seorang guru SD Negeri di Kota Medan, pecah saat melapor ke Polda Sumatera Utara. Ia meminta kepolisian mengusut tuntas kematian putra sulungnya, DA (17), yang diduga terkena peluru nyasar ketika bentrokan antarkelompok terjadi di Kecamatan Medan Labuhan.

Kasus ini kembali menyoroti persoalan keamanan di kawasan Medan bagian utara yang kerap diwarnai bentrokan antarkelompok masyarakat. Di tengah penyelidikan polisi, keluarga korban mendesak aparat tidak hanya menangkap pelaku penembakan, tetapi juga mengungkap pihak yang bertanggung jawab atas bentrokan yang menelan korban jiwa tersebut. Desakan itu muncul karena korban disebut bukan bagian dari kelompok yang bertikai, melainkan warga yang berada di lokasi ketika kerusuhan berlangsung.

Keluarga Minta Pelaku dan Aktor Intelektual Diungkap

Menurut keterangan Ika Indah Sari, putranya sempat makan bersama keluarga di rumah sang nenek sekitar pukul 21.30 WIB sebelum pergi bersama temannya. Berdasarkan cerita rekan korban, DA yang dibonceng sepeda motor berhenti untuk melihat bentrokan yang sedang berlangsung.

Beberapa saat kemudian korban tiba-tiba roboh setelah diduga terkena tembakan di mata kiri. Rekan-rekannya sempat menyeret korban keluar dari lokasi karena situasi masih kacau sebelum membawanya ke RS Delima. Namun nyawanya tidak tertolong akibat luka tembus di bagian mata yang disertai pendarahan.

"Saya ingin keadilan untuk anak saya. Jangan sampai anak saya meninggal sia-sia," ujar Ika saat membuat laporan di SPKT Polda Sumut. 

Ia juga meminta Kapolda Sumut mengusut hingga ke akar persoalan, termasuk siapa pelaku penembakan dan pihak yang memicu bentrokan.

Laporan keluarga telah diterima Polda Sumut dengan dugaan tindak pidana pembunuhan sebagaimana tercantum dalam laporan polisi yang didaftarkan pada 22 Juli 2026.

Polisi Didorong Ungkap Motif Bentrokan

Hingga Kamis (23/7), kepolisian masih melakukan penyelidikan terhadap peristiwa tersebut. Sejumlah informasi menyebut bentrokan diduga melibatkan dua kelompok organisasi masyarakat, namun polisi masih mendalami seluruh alat bukti dan keterangan saksi untuk memastikan kronologi maupun pihak yang bertanggung jawab.

Kasus ini menambah daftar kekerasan jalanan di kawasan Medan Labuhan dan Belawan yang dalam beberapa waktu terakhir beberapa kali diwarnai aksi tawuran maupun bentrokan. Pengungkapan secara menyeluruh dinilai penting agar kejadian serupa tidak kembali memakan korban warga yang tidak terlibat konflik.

Perkembangan penyidikan Polda Sumut kini menjadi perhatian publik. Selain menunggu hasil forensik dan pemeriksaan saksi, keluarga korban berharap polisi segera mengidentifikasi asal tembakan, menangkap pelaku, serta mengungkap pihak yang diduga menjadi aktor di balik bentrokan. 

Hasil penyidikan tersebut akan menjadi penentu apakah perkara ini berkembang menjadi pengungkapan jaringan pelaku kekerasan yang lebih luas di Medan Labuhan.()

Komentar (0)

lock

Login untuk berkomentar

Belum ada komentar.

RayaSport

Indeks

Berita Terkait