RayaPolitik

Istana Belum Cari Sosok Pengganti Sudaryono di Kementan

Fahmi | Kamis, 23 Juli 2026 | 14:31 WIB | 2 dibaca

JAKARTA -RAYA: Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengatakan Istana belum mendiskusikan nama Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) baru usai Sudaryono dilantik sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) pada Rabu (22/7).

"Belum didiskusikan karena pengangkatan pejabat lama, Mas Sudaryono, Wamentan yang kemarin diminta untuk menjadi Kepala BGN, juga baru satu hari," katanya, di Jakarta, Kamis (23/7), dilansir dari Antara,  

Sebelumnya, Sudaryono memastikan dirinya melepas jabatan Wamentan agar tidak terjadi rangkap jabatan dalam pemerintahan. "Gantinya siapa dan lain-lain, tentu saja ini hak prerogatif dari Pak Presiden," ucapnya.

Sudaryono mengatakan keputusan tersebut mengacu pada penjelasan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi yang menyatakan dirinya tidak diperkenankan merangkap jabatan setelah menerima amanah memimpin Badan Gizi Nasional.

"Kalau dari keterangan Pak Prasetyo tadi sih tidak rangkap jabatan kan. Jadi harus melepaskan di Wamen berdasarkan pernyataan dari Pak Mensesneg," kata Sudaryono.

Menurut Sudaryono, ketentuan tersebut mengharuskannya melepaskan jabatan Wakil Menteri Pertanian sehingga seluruh perhatian dan tanggung jawabnya akan difokuskan untuk menjalankan tugas sebagai Kepala BGN.

Terkait siapa penggantinya, sebagai Wakil Menteri Pertanian, Sudaryono mengaku belum mengetahui karena hingga kini belum menerima informasi mengenai pengisian posisi tersebut.

Sebagai kepala BGN yang baru, Sudaryono mengaku akan segera bekerja untuk menyukseskan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). "Ini mau diberesin (MBG). Kita langsung kerja, langsung datang ke kantor, langsung rapat," ucapnya di Kantor BGN, Jakarta Pusat.

Tegaskan Tidak Punya SPPG 

Sudaryono juga menegaskan, dirinya dan keluarganya tidak ada yang punya dapur makan bergizi gratis (MBG). Fakta tersebut dia tegaskan untuk memastikan tidak ada konflik kepentingan dirinya dan keluarganya dalam pelaksanaan program makan bergizi gratis. Sudaryono bertekad  untuk tidak menoleransi sama sekali segala praktik korupsi, hengki pengki, dan copet-copetan di lingkungan BGN dan terkait dengan pelaksanaan MBG.

"Gak ada, gak ada, gak ada, dan saya tidak punya SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi,), saya tidak punya dapur (MBG), tidak ada keluarga saya yang punya dapur, dan punya SPPG," kata Sudaryono.

Dia menjelaskan MBG merupakan program prioritas dengan anggaran besar dan cakupannya nasional. Alhasil, pelaksanaannya harus dijalankan dengan transparan serta akuntabel, dan setiap kebijakannya harus dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat.

"Zero toleransi untuk praktik-praktik korupsi dan hengki-pengki, dan copet-copetan sebagaimana barangkali  ini yang paling dibenci oleh seluruh rakyat Indonesia. Saya di sini meyakinkan bahwa yakinlah bahwa saya di detik ini berkomitmen untuk kemudian kita kerja dengan sebaik-baiknya dan sebersih-bersihnya," tegasnya.

Sudaryono secara terbuka juga meminta masyarakat langsung melapor ke aparat berwajib manakala mereka menemukan ada yang mencatut namanya untuk meminta imbalan atau menawarkan jasa-jasa tertentu terkait MBG.

Sudaryono kemudian juga meminta maaf secara terbuka kepada anggota keluarganya, sahabat, dan orang-orang terdekatnya, dirinya tidak akan "memberi atensi khusus" jika mereka ingin berbicara seputar pekerjaan, yang artinya terkait dengan BGN dan MBG.

"Saya ingin penyelesaian masalah, saya ingin penyelesaian persoalan, follow-up dan lain-lain dilaksanakan sesuai mekanisme, sistem. Segala sesuatu harus dibahas di ruang-ruang yang teras, dan transparan, dan dilihat orang," pungkasnya. n

Komentar (0)

lock

Login untuk berkomentar

Belum ada komentar.

RayaSport

Indeks

Berita Terkait