Prabowo Isyaratkan PDIP Bakal Gabung Lagi ke Pemerintah
JAKARTA-RAYA: Presiden Prabowo Subianto memberi sinyal bahwa hubungan politik antara pemerintah dan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) tidak selamanya akan berada di jalur yang berbeda dan kemungkinan akan bergabung kembali.
Di hadapan para pimpinan partai politik dan ribuan kader Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Prabowo menegaskan dinamika politik merupakan hal lumrah dalam demokrasi, sehingga pihak yang kini berada di luar pemerintahan bukan berarti akan terus mengambil posisi berseberangan.
Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat menghadiri puncak Hari Lahir (Harlah) ke-28 PKB di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta, Kamis (23/7) malam. Menurutnya, kompetisi politik merupakan bagian dari proses demokrasi yang sehat dan tidak semestinya melahirkan permusuhan berkepanjangan.
Prabowo mengatakan perbedaan pilihan politik hanya bersifat sementara. Seiring berjalannya waktu, seluruh kekuatan politik dapat kembali bertemu dalam tujuan yang sama demi kepentingan bangsa.
"Jadi saudara-saudara, bersaing itu baik. Bertanding itu baik. Kadang-kadang kita berpisah, enggak masalah. Nanti juga bergabung lagi," ujar Prabowo.
Presiden kemudian secara khusus menyinggung PDIP. Meski hingga kini belum bergabung dalam Kabinet Merah Putih, Prabowo meyakini partai tersebut tetap memiliki semangat kebangsaan yang sejalan dengan pemerintah.
"PDIP juga sebetulnya hatinya sama dengan kita. Benar? Coba cek, digali hatinya, sebetulnya sama. Ini UUD 1945 yang bikin Bung Karno, Bung Hatta, pendiri-pendiri bangsa kita. Hati mereka sama," kata Prabowo.
PDIP Tetap di Luar Pemerintahan
Sejak pemerintahan Prabowo Subianto terbentuk, PDIP memilih mengambil posisi di luar koalisi pendukung pemerintah. Partai berlambang banteng itu menyatakan tetap menjalankan fungsi checks and balances dengan mengawal jalannya pemerintahan melalui mekanisme pengawasan di parlemen.
Meski demikian, komunikasi antara pemerintah dan PDIP tetap terjalin dalam berbagai kesempatan. Sejumlah elite kedua kubu juga beberapa kali bertemu untuk membahas isu kebangsaan maupun agenda strategis nasional.
Dalam pidatonya, Prabowo menilai seluruh kekuatan politik pada dasarnya memiliki pijakan yang sama, yakni menjaga amanat Undang-Undang Dasar 1945 dan mewujudkan cita-cita para pendiri bangsa. Karena itu, ia mengajak semua pihak untuk tidak memandang perbedaan politik sebagai alasan memperlebar jurang perpecahan.
Prabowo juga menegaskan pemerintahannya tidak antikritik. Menurutnya, kritik yang disampaikan secara objektif merupakan bagian penting dari demokrasi dan dapat menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah. Namun, ia mengingatkan agar kritik tidak berubah menjadi fitnah atau serangan personal yang berpotensi memecah persatuan.
"Kalau kita benar, kalau kita berada di jalan yang benar, kita terus akan kuat," tegas Prabowo.
Pernyataan tersebut menjadi salah satu pesan politik yang paling menyita perhatian dalam pidato Prabowo di Harlah PKB. Selain menegaskan pentingnya menjaga ruang demokrasi, Prabowo juga memberi isyarat bahwa perbedaan posisi politik tidak menutup peluang lahirnya kembali kerja sama antarkekuatan politik nasional pada masa mendatang.n
Komentar (0)
Login untuk berkomentar
Belum ada komentar.