RayaInternasional

Filipina Tuduh China Ganggu Kapal Bantuan di Area Rawan

Anton | Kamis, 23 Juli 2026 | 17:03 WIB | 2 dibaca

MANILA-RAYA: Filipina menuduh Penjaga Pantai China melakukan tindakan provokatif di kawasan Laut China Selatan. Mereka menuduh China menembakkan meriam air dan melakukan manuver berbahaya terhadap dua kapal yang mengirim bahan bakar untuk nelayan Filipina di Scarborough Shoal, Kamis (23/7).

Insiden di wilayah sengketa Laut China Selatan itu terjadi hanya beberapa jam sebelum Manila menjadi tuan rumah forum keamanan ASEAN yang dihadiri para diplomat senior China dan Amerika Serikat (AS). Peristiwa tersebut menjadi bentrokan kedua antara kedua negara dalam empat hari terakhir setelah beberapa bulan relatif tenang.

Ketegangan baru ini kembali memanaskan sengketa Laut China Selatan yang selama bertahun-tahun menjadi sumber friksi antara Beijing dan Manila. Scarborough Shoal merupakan kawasan perikanan yang kaya sumber daya dan berada sekitar 240 kilometer dari Pulau Luzon, Filipina. Meski lokasinya jauh dari daratan utama China, Beijing tetap mengklaim wilayah itu sebagai bagian dari kedaulatannya meski telah ditolak putusan arbitrase internasional pada 2016.

 

Kapal Bantuan Dihadang

Penjaga Pantai Filipina menyatakan kapal China mendekati BRP Datu Dumangsil hingga jarak sekitar 50 meter. Kapal tersebut kemudian menyemprotkan meriam air selama sekitar dua menit untuk menghalangi misi pengiriman bahan bakar kepada nelayan Filipina.

Sekitar 30 menit kemudian, kapal Penjaga Pantai China lainnya memotong haluan BRP Datu Paiburong sejauh sekitar 500 meter. Manila menyebut tindakan itu sebagai manuver berbahaya karena berpotensi membahayakan keselamatan awak kapal.

Meski mendapat penghalangan, kedua kapal Filipina tetap melanjutkan misi mereka. Seorang pejabat Penjaga Pantai Filipina mengatakan bantuan berhasil disalurkan kepada para nelayan yang beraktivitas di sekitar Scarborough Shoal.

 

China Sebut Tindakan Sesuai Hukum

China membantah tuduhan tersebut dan menyatakan kapal Filipina memasuki wilayah perairan yang diklaim sebagai bagian dari Huangyan Dao atau Scarborough Shoal. Beijing menegaskan aparatnya hanya menjalankan tugas penegakan hukum di wilayah yang berada dalam yurisdiksinya.

Juru bicara Penjaga Pantai China Jiang Lue mengatakan pihaknya mengambil langkah yang dianggap perlu untuk menghentikan kapal Filipina. Menurutnya, tindakan itu dilakukan setelah peringatan yang diberikan sebelumnya tidak diindahkan.

"Penjaga Pantai China mengambil langkah yang diperlukan, termasuk membayangi, memantau, menghalangi, dan mengusir kapal Filipina sesuai hukum," kata Jiang.

Insiden ini terjadi setelah bentrokan lain pada Senin (20/7) di Second Thomas Shoal yang memicu saling protes diplomatik antara Manila dan Beijing. Persoalan keamanan maritim kini menjadi salah satu agenda utama dalam rangkaian pertemuan ASEAN, termasuk pembahasan Code of Conduct (CoC) yang diharapkan dapat mengurangi risiko bentrokan di Laut China Selatan.

Perkembangan terbaru diperkirakan akan kembali menguji hubungan China dan Filipina di tengah upaya ASEAN menyelesaikan perundingan CoC pada akhir tahun. Jika ketegangan terus meningkat, sengketa Laut China Selatan berpotensi kembali menjadi salah satu isu keamanan paling sensitif di kawasan Indo-Pasifik.n

 

 

 

Komentar (0)

lock

Login untuk berkomentar

Belum ada komentar.

RayaSport

Indeks

Berita Terkait