RayaInternasional

Enam Kandidat Sekjen PBB Adu Gagasan di Debat Publik

Anton | Jumat, 24 Juli 2026 | 14:38 WIB | 4 dibaca

NEW YORK-RAYA: Enam kandidat Sekretaris Jenderal (Sekjen) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memaparkan visi mereka dalam debat publik pertama yang disiarkan televisi, Kamis (23/7), atau sepekan sebelum proses pemilihan resmi dimulai. Mereka sama-sama berjanji memulihkan kredibilitas PBB yang dinilai tengah menghadapi krisis kepercayaan, keuangan, dan efektivitas di tengah meningkatnya konflik global.

Debat hampir dua jam itu digelar di Aula Majelis Umum PBB dan diikuti mantan Presiden Chile Michelle Bachelet, Maria Fernanda Espinosa (Ekuador), Rafael Grossi (Argentina), Rebeca Grynspan (Kosta Rika), Carolyn Rodrigues-Birkett (Guyana), serta mantan Presiden Senegal Macky Sall. Mereka memperebutkan kursi yang akan ditinggalkan Antonio Guterres pada 31 Desember 2026.

Pemilihan Sekjen PBB kali ini menjadi sorotan karena berlangsung saat organisasi tersebut menghadapi tekanan besar. Selain perang di Timur Tengah dan Ukraina, PBB juga mendapat kritik dari Amerika Serikat terkait efektivitas program dan penggunaan anggaran.

Janji Pulihkan Kredibilitas PBB

Seluruh kandidat sepakat bahwa tantangan utama Sekjen PBB berikutnya adalah mengembalikan kepercayaan negara-negara anggota terhadap PBB. Mereka juga menilai organisasi itu harus lebih aktif menjadi mediator dalam berbagai konflik internasional.

Rebeca Grynspan mengatakan ukuran keberhasilannya adalah ketika dunia tidak lagi mempertanyakan peran PBB. Menurutnya, organisasi tersebut harus kembali hadir dalam setiap proses perdamaian.

"Lima tahun dari sekarang, saya berharap tidak ada lagi yang bertanya, 'Di mana PBB?'" kata Grynspan.

Macky Sall berjanji memanfaatkan 100 hari pertama masa jabatannya untuk membangun kembali kepercayaan terhadap organisasi tersebut. Sementara Carolyn Rodrigues-Birkett menegaskan dirinya siap terlibat langsung menangani konflik di Iran, Haiti, Sudan, hingga Republik Demokratik Kongo.

Rafael Grossi menilai Sekjen PBB harus berani bertindak ketika terjadi agresi antarnegara. Menurutnya, kredibilitas PBB hanya bisa dipulihkan jika organisasi kembali dipercaya sebagai mediator yang efektif.

Michelle Bachelet menegaskan dirinya tidak akan tunduk pada tekanan negara-negara donor besar. Di sisi lain, Maria Fernanda Espinosa menilai pencegahan konflik harus menjadi prioritas utama, bukan sekadar slogan diplomatik.

Pemungutan Suara Dimulai Pekan Depan

Debat ini menjadi bagian dari tahapan akhir sebelum pemungutan suara tertutup pertama atau straw poll Dewan Keamanan PBB pada 30 Juli. Sebanyak 15 anggota Dewan Keamanan (DK) akan mengukur tingkat dukungan terhadap masing-masing kandidat sebelum proses penyaringan berlanjut.

Seorang kandidat harus memperoleh sedikitnya sembilan suara dan tidak diveto oleh lima anggota tetap Dewan Keamanan, yakni Amerika Serikat, Inggris, Prancis, Rusia, dan China. Nama pemenang kemudian diajukan ke Majelis Umum PBB untuk disahkan dan mulai menjabat pada 1 Januari 2027.

Sejumlah diplomat dan pengamat mengakui persaingan masih sangat terbuka karena belum ada kandidat yang benar-benar mendominasi dukungan. Debat publik ini diperkirakan menjadi salah satu faktor yang dapat memengaruhi sikap negara-negara anggota menjelang proses pemungutan suara.n

 

 

Komentar (0)

lock

Login untuk berkomentar

Belum ada komentar.

RayaSport

Indeks

Berita Terkait