RayaNews

100 Lebih Pelajar Garut Diduga Keracunan MBG, Uji Lab Ditunggu

Tejo | Kamis, 23 Juli 2026 | 15:22 WIB | 2 dibaca

GARUT-RAYA: Lebih dari 100 pelajar dan santri di Kecamatan Cibatu, Kabupaten Garut, mendadak dirawat di Puskesmas Cibatu. Diduga akibat keracunan menu Makan Bergizi Gratis (MBG), Rabu (22/7). Pemerintah Kabupaten Garut beserta kepolisian kini menguji sampel makanan di laboratorium untuk memastikan sumber kontaminasi.

Isu keselamatan program MBG menjadi perhatian publik nasional karena menyasar anak-anak sekolah dasar hingga menengah. Jika terbukti ada kontaminasi sistematis pada dapur penyedia, kasus ini berpotensi memicu evaluasi total terhadap standar higiene dan pengawasan distribusi program MBG secara luas.

Keterangan Pemerintah Daerah dan Korban

Bupati Garut Abdusy Syakur Amin membenarkan lonjakan pasien yang terpapar. 
"Jumlah korban sudah melampaui 100 orang," ujar Syakur, Kamis (23/7).

Sekretaris Daerah Garut Nurdin Yana menambahkan, gejala mual, muntah, dan pusing dialami peserta didik setelah menyantap paket MBG berisi nasi, telur, tempe, sayur sup, dan susu yang dibagikan Selasa (21/7).

"Penyebab pastinya masih dalam penelitian. Sejauh ini seluruh pasien dapat tertangani oleh tim medis Puskesmas Cibatu," kata Nurdin.

salah satu korban, Aceng (santri Ponpes Al Mansuriah), menuturkan bahwa sakit perut dan diare parah baru dirasakannya sehari setelah mengonsumsi santapan tersebut.

Luas Sebaran dan Temuan Lapangan

Korban berasal dari beberapa sekolah dan pesantren di Cibatu serta Mekarsari. Lonjakan pasien sempat membuat Puskesmas Cibatu kewalahan, sehingga Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Garut menerjunkan tempat tidur lipat tambahan ke lokasi.

Tim Dinas Kesehatan Garut bersama Kepolisian Resor Garut telah mengamankan sampel makanan serta memeriksa kondisi sanitasi dapur penyedia jasa (catering). Berdasarkan pembaruan penanganan di lapangan, status tanggap darurat lokal diberlakukan guna memastikan seluruh biaya pengobatan ditanggung pemerintah daerah dan pemantauan korban rawat jalan berjalan lancar.

Menunggu Hasil Uji Laboratorium

Dinas Kesehatan Garut menargetkan hasil uji laboratorium sampel makanan keluar dalam kurun waktu 3–5 hari kerja. Hasil tes tersebut akan menjadi acuan bagi Kepolisian untuk menentukan ada tidaknya unsur kelalaian pidana oleh pihak penyedia makanan.

Pemkab Garut juga menyiagakan posko kesehatan susulan mengingat potensi bertambahnya korban dari anggota keluarga siswa yang ikut mengonsumsi makanan porsi bawaan rumah.()

Komentar (0)

lock

Login untuk berkomentar

Belum ada komentar.

RayaSport

Indeks

Berita Terkait