ARTICLE

Awas! Rokok Bisa Hambat Pertumbuhan Paru-Paru Anak

Inge | Kamis, 23 Juli 2026 | 16:11 WIB | 4 dibaca

JAKARTA-RAYA:  Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Indonesia masih berada di peringkat ketiga sebagai negara dengan jumlah perokok terbanyak di dunia. Predikat tersebut tentu bukan sesuatu yang patut dibanggakan. 

Pasalnya, kebiasaan merokok lebih banyak membawa dampak negatif dibandingkan manfaat, mulai dari beban ekonomi hingga ancaman serius terhadap kesehatan. Berbagai kampanye bahaya rokok telah dilakukan pemerintah selama bertahun-tahun. 

Akan tetapi, jumlah perokok aktif belum menunjukkan penurunan yang signifikan. Yang lebih mengkhawatirkan, usia pertama kali merokok kini semakin muda. Artinya, semakin banyak anak dan remaja di bawah usia 18 tahun yang mulai mengenal bahkan mengonsumsi rokok.

Merokok selama ini dikenal sebagai salah satu faktor utama penyebab kanker paru-paru. Namun, dampaknya tidak berhenti di situ. 

Zat-zat beracun dalam rokok dapat merusak hampir seluruh organ tubuh, mulai dari jantung, pembuluh darah, ginjal, otak, tulang, hingga sistem reproduksi. Risiko tersebut menjadi jauh lebih besar ketika kebiasaan merokok dimulai sejak usia anak-anak.

Berikut dampak buruk pada kesehatan anak-anak yang mulai kecanduan rokok:

1. Menghambat Pertumbuhan Paru-Paru

Paru-paru merupakan organ yang paling terdampak akibat kebiasaan merokok. Pada anak dan remaja, paparan zat beracun dalam rokok dapat mengganggu proses pertumbuhan paru-paru yang seharusnya masih berlangsung.

Akibatnya, perkembangan fungsi paru bisa terhambat bahkan berhenti sebelum mencapai kondisi optimal. Dampak jangka panjangnya adalah meningkatnya risiko gangguan pernapasan kronis hingga penyakit serius, termasuk kanker paru-paru, ketika memasuki usia dewasa.

 2. Merusak Kesehatan Gigi dan Mulut

Rokok juga memberikan dampak buruk terhadap kesehatan gigi dan rongga mulut. Anak yang mulai merokok sejak dini lebih rentan mengalami berbagai masalah, seperti penumpukan plak, gigi berlubang (karies), infeksi mulut, hingga penyakit pada gusi.

Selain mengganggu kesehatan, kerusakan tersebut juga dapat memengaruhi kualitas hidup anak karena menimbulkan rasa nyeri, gangguan mengunyah, hingga menurunkan rasa percaya diri.

3. Mengganggu Pertumbuhan Tulang dan Otot

Masa anak-anak dan remaja merupakan periode penting untuk pembentukan massa tulang. Kebiasaan merokok pada fase ini dapat menghambat proses tersebut.

Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa remaja yang merokok cenderung memiliki kepadatan tulang yang lebih rendah dibandingkan mereka yang tidak merokok. Kondisi ini meningkatkan risiko tulang rapuh, terutama pada tulang belakang, leher, tangan, dan kaki. Dalam jangka panjang, pertumbuhan tulang juga dapat terganggu sehingga memengaruhi kesehatan saat dewasa.

Bahaya Asap Rokok bagi Anak yang Tidak Merokok

Ancaman rokok tidak hanya dialami oleh mereka yang mengisapnya secara langsung. Anak-anak yang terpapar asap rokok sebagai perokok pasif juga menghadapi risiko kesehatan yang tidak kalah besar. 

Bahkan, dalam beberapa kondisi, dampaknya dapat lebih berbahaya karena tubuh anak masih berada dalam tahap pertumbuhan. Paparan asap rokok dapat memicu berbagai gangguan kesehatan, seperti iritasi mata, reaksi alergi, serangan asma, bronkitis, pneumonia, meningitis, hingga meningkatkan risiko sindrom kematian bayi mendadak (Sudden Infant Death Syndrome/SIDS).

Hal tersebut terjadi karena asap rokok mengandung ribuan senyawa kimia, termasuk nikotin, karbon monoksida, serta berbagai zat karsinogen yang diketahui dapat memicu kanker. Bahan-bahan berbahaya tersebut mudah menyebar di udara dan terhirup oleh orang-orang di sekitarnya, termasuk bayi dan anak-anak.

Karena itu, melindungi anak dari bahaya rokok tidak cukup hanya dengan mencegah mereka menjadi perokok. Menciptakan lingkungan bebas asap rokok di rumah, sekolah, maupun ruang publik merupakan langkah penting untuk memastikan anak dapat tumbuh sehat dan berkembang secara optimal. 

Komentar (0)

lock

Login untuk berkomentar

Belum ada komentar.

RayaSport

Indeks

Berita Terkait