Bakal Jadi Andalan Baru TNI AL, Begini Spesifikasi Helikopter AW149
JAKARTA-RAYA: Kementerian Pertahanan (Kemhan) RI tengah menjajaki bekerja sama dengan perusahaan alat utama sistem senjata (alutsista) asal Italia, Leonardo, untuk pengadaan helikopter AW149. Nantinya, alutsista tersebut diproyeksikan untuk memperkuat kekuatan TNI AL jajaran Pusat Penerbang Angkatan Laut (Puspenerbal).
"Saat ini yang telah ditandatangani adalah Letter of Intent sebagai bagian dari tahapan penjajakan kerja sama," kata Kepala Biro Informasi Pertahanan Sekretariat Jenderal Kemhan Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait, dikutip dari Antara, Kamis (23/7).
AW149 merupakan helikopter multiperan generasi terbaru. Data situs resmi perusahaan leonardo.com, menyebutkan helikopter AW149 didesain untuk berbagai misi mulai dari pertempuran seperti mengantar pasukan atau infiltrasi hingga tugas evakuasi atau search and rescue (SAR).
Helikopter dengan berat kotor 8,6 ton ini punya pilihan dua mesin. Pembeli bisa memilih dipasangkan mesin General Electric CT7-2E1 dan 1 x Safran e-APU (60 kW) atau 2 x Safran Aneto-1K dan 1 x Safran e-APU (60 kW).
AW149 memiliki panjang keseluruhan tinggi 5,07 meter. Diameter baling-baling pun mencapai 14,60 meter. Dengan bobot delapan ton, helikopter itu mampu terbang dengan maksimal ketinggian 6 kilometer. AW149 juga dapat menyentuh kecepatan maksimal 306 kilometer per jam.
Selain itu, helikopter tersebut juga mampu mencapai jarak jangkau terbang maksimum sejauh 954 kilometer. Mesin AW149 juga bisa terbang nonstop maksimal selama 4 jam 10 menit dengan catatan tergantung kondisi cuaca dan ketersediaan bahan bakar.
Poin Kerja Sama Termasuk Pemeliharaan dan Pelatihan
Rico menjelaskan, poin dalam LoI itu tidak hanya soal pengadaan saja, melainkan termasuk pengembangan dukungan teknis, pemeliharaan, pelatihan serta peningkatan kemampuan industri pertahanan dalam negeri.
Kendati demikian, Rico belum bisa menjelaskan secara rinci kapan proses pembelian helikopter itu akan berlangsung. Dia juga belum bisa menjelaskan berapa jumlah helikopter yang akan dibeli. Saat ditanya apakah helikopter tersebut dibeli untuk ditempatkan di dek kapal induk Giuseppe Garibaldi milik Indonesia, dia juga tidak menjawab hal itu.
"Pada prinsipnya, setiap pengadaan alutsista dilaksanakan dengan mempertimbangkan kesesuaian terhadap kebutuhan operasional TNI, keunggulan teknologi, dukungan logistik dan pemeliharaan sepanjang siklus hidup alutsista serta peluang pengembangan kapasitas sumber daya manusia dan industri pertahanan nasional," ucap dia.
Tambahan amunisi baru helikopter AW149 akan semakin memperkuat barisan armada TNI AL, Sebelumnya, Kapal indul Giuseppe Garibaldi dijadwalkan akan tiba di Indonesia 20 September. Kapal tersebut didatangkan dalam bentuk hibah dari pemerintah Italia.
Meski demikian, pemerintah harus merogoh kocek Rp7,2 triliun hingga Rp16,8 triliun untuk modernisasi agar sesuai dengan kebutuhan kekuatan tempur TNI AL. n
Komentar (0)
Login untuk berkomentar
Belum ada komentar.