RayaHukum

Profil Febri Diansyah, Aktivis Antikorupsi yang Kini Jadi Pengacara Tersangka Korupsi

Fahmi | Sabtu, 25 Juli 2026 | 17:06 WIB | 3 dibaca

JAKARTA-RAYA: Nama Febri Diansyah kembali menjadi sorotan setelah dipercaya menjadi tim kuasa hukum mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah yang terseret perkara dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU), yang kini tengah disel di Rutan KPK.

Penunjukan Febri sebagai pengacara Febrie Adriansyah menarik perhatian publik. Sebab, sebelum menjadi advokat, Febri dikenal sebagai salah satu figur yang identik dengan gerakan pemberantasan korupsi. Ia pernah menjadi wajah resmi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) saat lembaga tersebut berada dalam sorotan publik.

Babak baru perjalanan Febri Diansyah berlangsung setelah pengacara sebelumnya, Hotman Paris Hutapea, tidak lagi mendampingi Febrie Adriansyah. Masuknya Febri sebagai pengacara Febrie Adriansyah menjadi menarik karena terdapat ironi besar. Febri pernah menjadi bagian dari institusi pemberantasan korupsi, kini ia membela mantan pejabat penegak hukum yang menjadi tersangka perkara korupsi.

Namun dari perspektif profesi hukum, Febri menyatakan tugas advokat adalah memastikan hak hukum seseorang tetap terpenuhi selama proses peradilan berjalan.

Perjalanan karier Febri terbilang panjang dan penuh perubahan peran.Dari aktivis masyarakat sipil yang mengawasi kekuasaan, menjadi pejabat komunikasi lembaga antikorupsi, hingga kini berdiri sebagai pembela hukum sejumlah tokoh yang terjerat perkara besar.

Febri Diansyah lahir di Padang, Sumatera Barat, pada 8 Februari 1983. Ia menempuh pendidikan hukum di Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta. Sejak masa mahasiswa, Febri dikenal aktif dalam gerakan advokasi hukum dan isu demokrasi. Ia bergabung dengan berbagai kegiatan yang berkaitan dengan transparansi pemerintahan dan pemberantasan korupsi.

Setelah menyelesaikan pendidikan hukum, Febri memilih jalur masyarakat sipil. Ia bergabung dengan Indonesia Corruption Watch (ICW), salah satu organisasi masyarakat sipil yang fokus melakukan pengawasan terhadap praktik korupsi dan kebijakan pemerintah. Di ICW, Febri banyak terlibat dalam penelitian, kajian, serta advokasi terkait penegakan hukum korupsi.

Namanya mulai dikenal publik karena kerap memberikan kritik terhadap kinerja aparat penegak hukum, termasuk dalam penanganan sejumlah kasus korupsi besar.

2016: Masuk ke KPK 

Pada 2016, perjalanan karier Febri berubah ketika ia bergabung dengan KPK. Ia awalnya dipercaya sebagai Kepala Biro Hubungan Masyarakat KPK. Posisi tersebut membuatnya menjadi salah satu figur yang paling sering tampil menyampaikan informasi resmi lembaga antirasuah.

Pada masa itu, Febri menjadi jembatan komunikasi antara KPK dengan masyarakat. Ia rutin menyampaikan perkembangan penyidikan kasus korupsi, operasi tangkap tangan (OTT), penetapan tersangka, hingga sikap resmi KPK terhadap berbagai persoalan hukum. Gaya komunikasinya yang tenang dan berbasis data membuat Febri dikenal sebagai salah satu juru bicara KPK yang cukup populer.

Selama berada di KPK, Febri menjalani periode ketika lembaga tersebut menangani banyak perkara besar. Ia menjadi bagian dari era ketika KPK melakukan sejumlah operasi besar, termasuk kasus korupsi proyek infrastruktur; perkara suap kepala daerah;
kasus yang melibatkan anggota DPR; perkara jual beli jabatan; hingga kasus korupsi sektor sumber daya alam.

Sebagai juru bicara, Febri berada di posisi yang sering menghadapi tekanan publik maupun politik. Ia juga dikenal sebagai salah satu pegawai KPK yang menyuarakan pentingnya independensi lembaga dalam pemberantasan korupsi.

2020: Mengundurkan Diri dari KPK

Pada September 2020, Febri Diansyah mengundurkan diri dari KPK. Keputusan tersebut terjadi setelah dinamika besar di tubuh KPK menyusul perubahan regulasi melalui revisi Undang-Undang KPK. Febri menyampaikan bahwa dirinya memilih keluar karena merasa tidak lagi dapat menjalankan nilai-nilai pemberantasan korupsi seperti sebelumnya.

Setelah meninggalkan KPK, Febri kemudian mengambil jalur baru sebagai advokat. Perubahan profesi tersebut sempat menjadi perhatian publik karena sebelumnya ia dikenal sebagai figur antikorupsi yang berada di sisi pengawasan, namun kemudian masuk ke dunia pembelaan hukum.

Mendirikan Kantor Hukum dan Menjadi Pengacara

Setelah keluar dari KPK, Febri mendirikan kantor hukum bersama sejumlah rekannya. Ia mulai menangani berbagai perkara hukum, khususnya perkara yang memiliki perhatian publik tinggi. Sebagai advokat, Febri membawa pendekatan berbeda. Ia banyak menekankan aspek,proses hukum yang adil (fair trial),  hak tersangka mendapatkan pembelaan, transparansi proses hukum, serta pentingnya pembuktian dalam perkara pidana.

Kasus Besar yang Pernah Ditangani Febri Diansyah

1. Kasus Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi (2022)

Salah satu perkara terbesar yang pernah ditangani Febri adalah kasus pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J.Pada 2022, Febri masuk dalam tim kuasa hukum Putri Candrawathi, istri mantan Kadiv Propam Polri Ferdy Sambo. Kasus ini menjadi salah satu perkara hukum paling menyita perhatian publik karena melibatkan pejabat tinggi kepolisian.

Dalam perkara tersebut, Febri menjalankan perannya sebagai pengacara dengan fokus pada pembelaan hukum terhadap kliennya. Keterlibatannya menuai perdebatan karena publik mengingat latar belakang Febri sebagai mantan aktivis antikorupsi dan pejabat KPK.

Namun Febri menegaskan bahwa profesi advokat memiliki prinsip memberikan bantuan hukum kepada setiap orang tanpa melihat latar belakang kasus.

2. Kasus Harun Masiku dan Hasto Kristiyanto

Febri juga menjadi bagian dari tim hukum yang mendampingi Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto dalam perkara yang berkaitan dengan dugaan suap pergantian antarwaktu (PAW) anggota DPR. Kasus tersebut kembali menjadi sorotan karena melibatkan elite politik nasional.

Posisi Febri sebagai mantan pegawai KPK juga menjadi perhatian, mengingat perkara tersebut ditangani oleh lembaga yang pernah menjadi tempatnya bekerja.

3. Perkara Strategis Lain

Selain perkara yang mendapat sorotan nasional, Febri juga menangani berbagai kasus hukum lain melalui kantor hukumnya.

Fokus penanganannya banyak berkaitan dengan hukum pidana; tindak pidana korupsi;
sengketa hukum pejabat publik; serta perkara yang memiliki dimensi tata kelola pemerintahan.

Gaya Advokasi Febri Diansyah

Dalam berbagai perkara, Febri dikenal memiliki karakter advokasi yang berbeda dibanding pengacara yang mengedepankan konflik terbuka. Dia cenderung menggunakan pendekatan dokumen, aturan hukum, dan proses pembuktian. Febri juga kuat dalam komunikasi publik. Pengalaman sebagai juru bicara KPK membuatnya mampu menjelaskan perkara hukum yang rumit kepada publik.

Dalam perjalanannya, Febri juga kerap membawa perspektif hak asasi dalam proses hukum. Ia sering menekankan bahwa setiap tersangka memiliki hak mendapatkan pembelaan dan proses hukum yang objektif.(*)

Komentar (0)

lock

Login untuk berkomentar

Belum ada komentar.

RayaSport

Indeks

Berita Terkait