AS Tambahkan Tekanan ke Iran Usai Houthi Serang Tanker
TEHERAN-RAYA: Amerika Serikat (AS) dan Iran kembali saling mengancam meningkatkan serangan militer. Paling baru, gara-gara kelompok Houthi menyerang kapal tanker minyak Arab Saudi di Laut Merah, Kamis (24/7).
Serangan itu memperluas konflik di Timur Tengah, memicu lonjakan harga minyak dunia, dan meningkatkan kekhawatiran akan terganggunya jalur perdagangan energi global.
Presiden Donald Trump menegaskan Washington akan meminta pertanggungjawaban Iran atas aksi Houthi yang didukung Teheran. Di sisi lain, Iran memastikan operasi militernya akan terus berlanjut selama serangan AS terhadap wilayahnya belum dihentikan.
Konflik kini tidak lagi berpusat di Selat Hormuz, tetapi juga meluas ke Laut Merah. Kondisi tersebut meningkatkan risiko gangguan pasokan minyak dunia dan memperbesar tekanan terhadap ekonomi global.
Trump Ancam Hukuman Militer
Trump mengatakan Iran dan Houthi akan menghadapi konsekuensi militer atas serangan terhadap kapal-kapal komersial. Ia juga mengumumkan AS akan menggunakan aset Iran yang dibekukan untuk membayar seluruh kerugian akibat serangan terhadap kapal maupun muatan di kawasan.
"Iran dan Houthi akan menerima hukuman militer besar. Kami juga akan menggunakan aset Iran yang kami kuasai untuk membayar seluruh kerusakan terhadap kapal, kargo, dan segala sesuatu yang terkait," tulis Trump melalui media sosial.
Di Washington, militer AS melanjutkan gelombang serangan untuk malam ke-13 berturut-turut. Komando Pusat AS (CENTCOM) menyatakan operasi tersebut bertujuan melemahkan kemampuan Iran mengancam kapal dagang dan pelayaran sipil di kawasan.
Sementara itu, Dewan Perwakilan Rakyat AS mengesahkan resolusi simbolis yang mendesak Trump menghentikan perang. Dukungan terhadap resolusi itu datang dari Partai Demokrat dan sejumlah anggota Partai Republik menjelang pemilu sela pada November mendatang.
Iran Balas, Houthi Perluas Serangan
Juru bicara Angkatan Bersenjata Iran Mohammad Akraminia menegaskan serangan balasan akan terus dilakukan selama AS masih menyerang infrastruktur dan wilayah pesisir Iran. Media pemerintah Iran juga melaporkan serangan rudal AS menewaskan dua orang di Shalamcheh serta menghantam Bushehr dan Pulau Qeshm.
"Serangan balasan angkatan bersenjata akan terus berlanjut selama Amerika Serikat masih menyerang infrastruktur dan wilayah pesisir negara ini," kata Akraminia.
Kelompok Houthi mengklaim telah menyerang dua kapal tanker Saudi, Encelia dan Layla, menggunakan rudal dan drone setelah mengumumkan blokade terhadap pelabuhan Saudi. Arab Saudi mengonfirmasi kapal Encelia terkena serangan, sementara badan keamanan maritim Inggris (UKMTO) melaporkan sebuah kapal tanker mengalami kebakaran setelah dihantam proyektil di Laut Merah.
Di saat bersamaan, Garda Revolusi Iran mengklaim berhasil menghentikan tiga kapal tanker minyak yang hendak melintasi Selat Hormuz. Langkah itu memperkuat ancaman terhadap jalur yang sebelumnya dilalui sekitar seperlima perdagangan minyak dunia.
Sekretaris Jenderal PBB António Guterres memperingatkan situasi kini semakin sulit dikendalikan. Sementara itu, Oman menyatakan tengah berupaya menghidupkan kembali perundingan antara Houthi dan Arab Saudi untuk mencegah konflik semakin meluas.
Perhatian dunia kini tertuju pada respons militer AS terhadap serangan Houthi dan langkah diplomatik yang sedang diupayakan sejumlah negara. Jika eskalasi terus berlanjut, krisis energi global dan ketidakstabilan kawasan diperkirakan akan semakin dalam.n
Komentar (0)
Login untuk berkomentar
Belum ada komentar.