RayaNews

Bocor dari DPR, Bos Agrinas Tak Tahu Kipas Kopdes Rp1,8 T

Sudjito | Kamis, 23 Juli 2026 | 19:24 WIB | 7 dibaca

JAKARTA-RAYA: Polemik dugaan pengadaan 1,8 juta unit kipas angin senilai Rp1,8 triliun untuk program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes Merah Putih) terus bergulir, bantah-membantah terjadi, termasuk ketidaktahuan pihak PT PT Agrinas Nusantara. 

Direktur Utama PT Agrinas Nusantara, Joao Angelo De Sousa Mota, mengaku tidak mengetahui adanya pembahasan mengenai pengadaan tersebut meski isu itu telah ramai diperbincangkan publik dan disorot DPR RI.

Pernyataan Joao menjadi sorotan karena Agrinas merupakan perusahaan yang mendapat penugasan menangani pembangunan, pengadaan, dan pengelolaan Kopdes Merah Putih selama dua tahun. Namun, ia menegaskan kabar pengadaan kipas angin itu bukan berasal dari dirinya maupun pembahasan yang diketahuinya.

Saat ditemui wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (23/7), Joao mengatakan dirinya hanya membaca pemberitaan mengenai isu tersebut dan tidak mengetahui siapa yang pertama kali membahasnya.

"Saya enggak tahu. Saya enggak tahu dia ngomong di mana, saya juga baca berita, saya lihat ini, ya sudah biarin aja orang enggak ada urusan sama saya ngapain saya urusin," kata Joao, dilansir dari Antara.

Ketika ditanya apakah anggaran pengadaan kipas angin itu berada di bawah Agrinas, Joao tidak memberikan jawaban langsung dan kembali meminta wartawan menanyakan kepada pihak yang menyampaikan informasi tersebut.

"Kipas kan bukan saya ngomong. Tanya sama yang ngomong gitu," ujarnya.

Bahkan setelah mendapat pertanyaan berulang, Joao tetap mempertahankan jawaban yang sama.

"Orang saya enggak diajak ngomong kok, saya enggak tahu, dia ngomong sendiri, tanya sama yang ngomong dong," katanya.

Isu Muncul 

Polemik pengadaan kipas angin Rp1,8 triliun sebelumnya mencuat di media sosial dan kemudian dibawa ke forum resmi DPR. Anggota Komisi VI DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Mufti Anam, dalam rapat kerja dengan Menteri Koperasi Ferry Juliantono pada 15 Juli 2026 mempertanyakan kabar pengadaan 1,8 juta unit kipas angin tersebut.

Dalam rapat itu, Mufti menyatakan pihaknya tidak menemukan penjelasan resmi pemerintah mengenai pengadaan tersebut. 

Menteri Koperasi Ferry Juliantono juga menegaskan pengadaan kipas angin bukan berada di bawah kewenangan Kementerian Koperasi.

Meski membantah mengetahui pengadaan kipas angin, Joao menegaskan Agrinas memang mendapat penugasan untuk menangani pembangunan dan pengadaan dalam program Kopdes Merah Putih sekaligus mengelolanya selama dua tahun.

"Kan kita kan ditugaskan untuk mengelola selama dua tahun. Kita ditugaskan dari pembangunan, pengadaan, dan menjalankannya selama dua tahun," ujar Joao.

Ia menambahkan bahwa Kopdes Merah Putih merupakan bagian dari program strategis nasional yang sedang dijalankan pemerintah.

Hingga kini belum ada penjelasan resmi mengenai apakah pengadaan 1,8 juta unit kipas angin senilai Rp1,8 triliun benar-benar masuk dalam rencana program Kopdes Merah Putih. 

Pemerintah dan pihak terkait diperkirakan masih akan dimintai klarifikasi lebih lanjut agar polemik yang berkembang di ruang publik tidak terus memunculkan spekulasi baru.n

Komentar (0)

lock

Login untuk berkomentar

Belum ada komentar.

RayaSport

Indeks

Berita Terkait