WIKA-RAU KSO Tegaskan Vicol Harefa Bertugas Sesuai Prosedur dan Berhak Dilindungi
JAKARTA-RAYA: WIKA-RAU KSO angka bicara terkait video yang beredar luas di media sosial mengenai insiden yang melibatkan seorang petugas keamanan Vicol Harefa di area Proyek Extended Concourse Bundaran HI, Jakarta Pusat.
Melalui pernyataan resmi yang diterbitkan manajemen proyek, WIKA-RAU KSO menyampaikan bahwa Vicol Harefa yang tampak dalam video tersebut merupakan personel keamanan yang bertugas mendukung pengamanan di kawasan proyek.
"Petugas yang terlihat dalam video merupakan petugas keamanan yang bertugas mendukung pengamanan area proyek," demikian keterangan WIKA-RAU KSO dalam pernyataan resminya, Jumat (24/7).
Perusahaan menegaskan bahwa pelaksanaan proyek selalu mengedepankan profesionalisme, kepatuhan terhadap prosedur kerja, serta keselamatan dan kenyamanan masyarakat di sekitar lokasi pembangunan.
Selain itu, manajemen memastikan setiap insiden yang terjadi akan ditindaklanjuti melalui proses evaluasi internal sebagai upaya meningkatkan aspek keselamatan, keamanan, dan kualitas pelaksanaan pekerjaan.
WIKA-RAU KSO juga memberikan apresiasi kepada petugas keamanan yang dinilai telah menjalankan tugasnya untuk menjaga keselamatan masyarakat sekaligus memastikan ketertiban di sekitar area proyek.
Di sisi lain, perusahaan menekankan pentingnya profesionalisme yang diimbangi dengan pendekatan humanis dalam menjalankan tugas pengamanan. Manajemen juga memastikan setiap personel yang menjalankan tugas secara profesional akan memperoleh perlindungan sesuai ketentuan yang berlaku.
"Perusahaan juga akan memastikan setiap personel yang menjalankan tugasnya secara profesional memperoleh perlindungan sesuai dengan ketentuan yang berlaku," tulis WIKA-RAU KSO.
Perusahaan mengimbau masyarakat, khususnya pengguna jalan yang melintas di sekitar proyek Extended Concourse Bundaran HI, agar senantiasa mematuhi rambu, marka, dan isyarat lalu lintas demi menjaga keselamatan bersama.
Dalam pernyataan tersebut, WIKA-RAU KSO tidak menjelaskan secara rinci kronologi insiden yang terekam dalam video maupun bentuk evaluasi yang sedang dilakukan. Pernyataan tersebut difokuskan sebagai klarifikasi atas status petugas yang terlibat dan komitmen perusahaan dalam menjaga keselamatan, profesionalisme, serta ketertiban selama pelaksanaan proyek berlangsung.
Jadi Sorotan Publik
Nama Vicol Harefa menjadi perhatian publik setelah video klarifikasinya terkait insiden dengan pengemudi dan penumpang Toyota Alphard di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, viral di media sosial. Dalam video tersebut, petugas keamanan Halte Transjakarta itu mengungkap kronologi menurut versinya, sementara aparat kepolisian masih menyelidiki seluruh fakta yang terjadi di lokasi.
Dalam video yang beredar di media sosial, Vicol menjelaskan insiden bermula ketika dirinya membantu penyeberangan pejalan kaki di zebra cross depan Hotel Pullman, Bundaran HI. Ia mengaku menegur pengemudi Toyota Alphard yang diduga menerobos lampu merah dengan mengetuk kaca mobil.
Menurut pengakuannya, teguran tersebut memicu cekcok. Vicol menyatakan sopir bersama dua penumpang turun dari kendaraan dan kemudian membawanya ke Pos Polisi Thamrin untuk menyelesaikan persoalan.
Di lokasi itu, Vicol mengaku sempat diminta meminta maaf dan bersujud. Ia juga menyatakan mendapat perlakuan berupa bentakan hingga diminta melakukan push-up. Namun, hingga kini seluruh keterangan tersebut masih merupakan pengakuan sepihak Vicol. Belum ada konfirmasi terbuka dari pengemudi maupun penumpang Toyota Alphard mengenai kronologi yang disampaikan dalam video tersebut.
Sepakat Mediasi
Kapolsek Metro Menteng AKBP Braiel Arnold Rondonuwu mengatakan kedua belah pihak datang ke pos polisi atas kesepakatan bersama dan memilih menyelesaikan persoalan melalui mediasi.
"Kedua belah pihak sepakat saling memaafkan. Namun apabila ada pihak yang masih merasa kurang puas, kami persilakan membuat laporan resmi agar dapat diproses sesuai ketentuan yang berlaku," ujar Braiel.
Menurutnya, polisi juga memastikan tidak terjadi pemukulan maupun tindakan kekerasan terhadap petugas sekuriti selama proses mediasi berlangsung.
Braiel menjelaskan, penanganan dugaan pelanggaran lalu lintas yang dilakukan pengemudi Alphard telah dilimpahkan kepada Subdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya. Pemeriksaan juga mencakup dugaan penggunaan pelat nomor kendaraan yang tidak sesuai.
Sementara itu, terkait kabar yang beredar di media sosial mengenai dugaan petugas sekuriti diminta bersujud untuk meminta maaf, polisi menyatakan informasi tersebut masih dalam tahap klarifikasi kepada kedua belah pihak.
"Kami masih mengklarifikasi kedua belah pihak mengenai informasi tersebut. Yang jelas, pada saat proses mediasi tidak ada pemukulan ataupun tindakan kekerasan," kata Braiel.
Komentar (0)
Login untuk berkomentar
Belum ada komentar.